Medan, 19/7 (indonesiaaktual) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre 1 Sumut) bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan melakukan inspeksi bersama (join inspection) di jalur kereta api antara Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara untuk bersiap menghadapi potensi pertumbuhan penumpang.Inspeksi bersama itu dilakukan pada Sabtu (18/7).“Lintas sepanjang 18,5 kilometer tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur KA Rantauprapat – Kota Pinang yang dibangun Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan saat ini belum dioperasionalkan,” ujar Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Minggu.Dia menjelaskan, peninjauan itu difokuskan untuk memastikan keandalan seluruh infrastruktur yang ada di lintasan tersebut. “Inspeksi bersama itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi prasarana, mulai dari jalur rel, jembatan, hingga fasilitas stasiun pada lintas tersebut. Pembangunan jalur yang ditetapkan sebagai PSN (Proyek Strategis Nasional) Trans Sumatera ini dimulai sejak 2017 dan terhenti karena adanya pandemi COVID-19,” ujar Anwar.Selain memeriksa kelaikan teknis, tinjauan bersama ini juga bertujuan untuk memitigasi risiko keamanan serta menjaga aset perkeretaapian dari aksi vandalisme oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, seluruh aset perkeretaapian—termasuk jalur, stasiun, dan prasarana pendukungnya—merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Hal itu, katanya dikarenakan fungsinya yang menyangkut hajat hidup orang banyak serta kepentingan strategis negara.“Penjagaan dan pengawasan ini kami maksudkan agar jika sewaktu-waktu jalur ini akan diaktifkan dan digunakan untuk operasional kereta api, seluruh aspeknya telah memenuhi syarat, terutama dari sisi keselamatan perjalanan,”ujar Anwar.Kesiapan operasional jalur baru ini cukup dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan volume penumpang yang tinggi di Stasiun Rantauprapat, yang relnya terhubung langsung dengan jalur Rantauprapat Baru – Aek Nabara. Berdasarkan data performa semester I dalam tiga tahun terakhir, grafik pergerakan pelanggan terus menunjukkan tren positif. Stasiun itu mencatat sebanyak 204.152 pelanggan (naik dan turun) pada enam bulan pertama tahun 2024.Angka tersebut kemudian melesat tajam sebesar 18 persen menjadi 240.408 pelanggan pada semester I/2025, dan terus konsisten tumbuh sebesar 7 persen pada semester I/2026 hingga berhasil melayani total 258.416 pelanggan.Dalam kurun waktu dua tahun saja, jumlah pelanggan di Stasiun Rantauprapat yang setiap harinya dilayani 6 hingga 8 perjalanan KA Sribilah (Utama maupun Fakultatif) telah bertambah hingga 54 ribu pelanggan.“Data pertumbuhan ini menjadi bukti nyata tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Labuhanbatu dan sekitarnya terhadap moda transportasi kereta api. Masyarakat membutuhkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan tentunya memiliki kepastian jadwal perjalanan,”ujar Anwar. KAI Divre I Sumur menegaskan kembali komitmen dalam menjaga aset negara sekaligus menyambut potensi besar angkutan massal di masa depan.Melalui inspeksi bersama itu, KAI Divre I Sumut berkomitmen penuh memelihara dan mengamankan seluruh aset perkeretaapian agar tetap dalam kondisi prima demi kepentingan strategis negara.“Pengamanan infrastruktur ini menjadi fondasi penting, terlebih melihat potensi pertumbuhan penumpang di Stasiun Rantauprapat yang terus melonjak secara signifikan dari tahun ke tahun. Kami berharap, kesiapan jalur lintas Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara ini nantinya dapat menjawab tingginya mobilitas masyarakat dan mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumut,” ujar Anwar. (lis) Navigasi pos KAI Divre I Sumut Alihkan Seluruh Sarana ke B50, Dukung Langit Biru dan Kemandirian Energi Penumpang KA Srilelawangsa Terus Meningkat, Railink Operasikan 20 Perjalanan Per Hari Untuk Permudah Mobilitas Masyarakat Binjai dan Sekitarnya