Medan, 29/7 (indonesiaaktual) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 69.309 pelanggan telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan sepanjang Semester I tahun 2026.
“Jumlah itu 18 persen dari total 388.396 penumpang KA Jarak Jauh yakni KA Sribilah (Utama maupun Fakultatif) dan KA Putri Deli yang berangkat melalui Stasiun Medan pada periode Januari hingga Juni 2026,” ujar. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Rabu (29/7).
Menurut dia, penerapan teknologi pengenalan wajah itu dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan serta kepraktisan proses pemeriksaan tiket pelanggan sebelum keberangkatan.
Fasilitas Face Recognition Boarding Gate di wilayah Divre I Sumatera Utara saat ini baru tersedia di Stasiun Medan.
Layanan itu diperuntukkan bagi para pelanggan kereta api jarak jauh, seperti KA Putri Deli serta KA Sribilah Utama dan Fakultatif.

Proses pindaian itu sangat mudah dan efisien. Pelanggan, katanya, cukup berdiri di depan mesin pemindai, mengarahkan wajah ke kamera, dan menunggu beberapa detik hingga sistem mencocokkan data.
Gerbang boarding akan terbuka secara otomatis begitu data terverifikasi.
“Selain mempercepat proses pelaksanaan boarding, pelanggan tidak perlu lagi mencetak tiket fisik maupun mengeluarkan kartu identitas diri seperti pada boarding manual. Hal ini secara langsung meminimalkan risiko kartu identitas tertinggal atau terjatuh akibat lupa memasukkannya kembali ke dalam dompet atau tas,”ujar Anwar.
Untuk menikmati kemudahan fasilitas itu, masyarakat dapat melakukan registrasi awal secara praktis melalui aplikasi Access by KAI. Pelanggan cukup membuka aplikasi, memilih menu Akun, lalu mengklik Registrasi Face Recognition, dilanjutkan dengan mengisikan data diri sesuai KTP seperti NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir, serta mengambil foto selfie sesuai petunjuk di layar ponsel.

Dia menegaskan, bagi pelanggan yang mengalami kendala teknis atau kesulitan saat melakukan pendaftaran secara mandiri, tidak perlu khawatir.
Petugas KAI yang bersiaga di Stasiun Medan siap memberikan bantuan dan pendampingan pendaftaran secara langsung di tempat.
“Penerapan teknologi Face Recognition itu tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional dan kenyamanan pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari pilar keberlanjutan lingkungan perusahaan, ” ujar Anwar.

Melalui penggunaan fitur itu, kata dia, para pelanggan secara langsung turut mendukung program keberlanjutan (sustainability). Dengan tidak perlu mencetak tiket kertas, masyarakat ikut berpartisipasi menekan tingkat penebangan pohon demi mewujudkan bumi yang lebih hijau.

Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keamanan data pribadi mereka, karena KAI telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang menjamin seluruh data pelanggan terkelola dengan aman dan terlindungi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna setia KA Putri Deli dan KA Sribilah, untuk dapat memanfaatkan kemudahan pendaftaran Face Recognition ini sejak jauh hari. Satu kali registrasi berlaku untuk seterusnya, sehingga perjalanan kereta api masyarakat ke depan akan jauh lebih cepat, aman, praktis, dan ramah lingkungan,” ujar Anwar.(lis)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

☕ Traktir Kopi
×
Rp10.000
Rp15.000
Rp20.000
Rp50.000
Rp100.000
Nominal Lain

Silakan Scan QRIS

Terima kasih atas dukungan Anda ❤️