Medan, 24/7 (indonesiaaktual) – PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), di Jakarta, Kamis (23/7) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kedutaan Besar Tiongkok untuk mendukung penguatan layanan kesehatan dan pengembangan energi hijau di Sumatera Utara (Sumut).Kerja sama tersebut meliputi penyediaan 200 unit mesin cuci darah serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 300 megawatt.Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, MoU tersebut merupakan wujud kolaborasi dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan di Sumut.Menurut dia, kerja sama itu menjadi langkah nyata untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.“Semoga kerja sama ini menjadi awal dari semakin banyak investasi yang hadir di Sumut, terbukanya lapangan kerja baru, serta terciptanya lebih banyak peluang yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bobby usai menyaksikan penandatanganan MoU antara PT PPSU dan Kedutaan Besar Tiongkok itu. Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, Sumut merupakan salah satu daerah prioritas dalam koridor ekonomi Indonesia.Olsh karena itu, dia mengajak para pelaku usaha Tiongkok untuk berinvestasi di Sumut.“Beberapa proyek sudah berjalan di Sumut, tetapi kebanyakan masih dalam konteks G to G (government to government) atau BUMN ke BUMN. Kali ini kita beralih ke private to private melalui governance. Mudah-mudahan ini awal yang baik dalam membuka peluang investasi,” ujar Djauhari. Dia juga mengungkapkan, dalam waktu dekat akan digelar forum khusus mengenai Sumut di Tiongkok.Forum serupa sebelumnya telah dilaksanakan untuk beberapa provinsi di Indonesia dengan hasil yang positif.“Semoga ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin besar antara Provinsi Sumatera Utara dan Tiongkok,” katanya. Direktur Utama PT PPSU Ferry Indra mengatakan, perusahaannya telah bertransformasi melalui investasi strategis dan berkomitmen menciptakan nilai tambah secara profesional serta transparan.“Inisiatif kesehatan dan energi berkelanjutan menjadi peluang untuk bisa melanjutkan kerja sama yang baik. MoU hari ini juga menghasilkan international economic partnership” ujar Ferry. Sementara itu, perwakilan PT CNEC Engineering Indonesia, Xu Qifei, mengatakan penandatanganan MoU tersebut merupakan upaya memperkuat berbagai potensi agar masuk dalam peta kerja sama strategis Indonesia-Tiongkok.Melalui Indonesia-China Partnership Forum, menurut dia, akan terbuka peluang investasi dan kerja sama yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.(lis) Navigasi pos Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen This is a Final Call Salebration 15 Tahun Blibli: Peak Day Puncak Promo Terbesar 25-28 Juli 2026, Dapatkan Barang Impian Dengan Harga Promo