Medan, 15/7 (indonesiaaktual) – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara (Sumur) menilai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumut saat ini mengancam dunia usaha.“Kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Sumut dalam beberapa minggu terakhir menjadi perhatian serius dunia usaha. Tersendatnya distribusi BBM berdampak langsung pada logistik, industri, UMKM, pertanian, hingga layanan kesehatan dan aktifitas masyarakat sehari-harinya”ujar Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara di Medan, Rabu (15/7).Menurut dia, bagi pelaku usaha di Sumut, BBM bukan sekadar komoditas, melainkan urat nadi distribusi logistik dan penggerak roda ekonomi daerah.“Ketika BBM langka, yang macet bukan hanya kendaraan. Rantai pasok bahan pokok, biaya produksi, dan mobilitas usaha ikut terganggu. Ini ancaman serius bagi iklim usaha di Sumut,” ujar Dida Mutyara. KADIN Sumut mencatat antrian truk, mobil dan sepeda motor panjang di SPBU, di berbagai daerah, khususnya di Kota Medan,juga telah membuat lajur lalu lintas menjadi macat total.Hal itu tentunya dapat berdampak pada perputaran ekonomi, karena antrian yang begitu panjang terkadang menjadi pemicu keterlambatan distribusi barang sampai ke tujuan. Selain itu masyarakat jadi enggan beraktifitas keluar rumah.“Harusnya Pertamina bisa memahami, bahwa kelangkaan BBM memiliki dampak sistemik kepada sektor-sektor lain. Misalnya distribusi logistik yang akan terganggu hingga berpengaruh pada harga-harga di lapangan,”katanya.Kenaikan harga bahan pokok akibat kelangkaan BBM bahkan bisa memicu laju percepatan inflasi.Di lapangan, kata Dida, UMKM menjadi pihak paling terdampak.Pelaku usaha khawatir kondisi ini dapat membuat usaha kecil menengah “kolaps” jika terus berulang. //Rekomendasi Dunia Usaha Merespons Kelangkaan BBM// Dida menyebutkan, melihat kondisi tersebut, dunia usaha di Sumut mendorong beberapa langkah strategis seperti penguatan mitigasi dan jalur alternatif.Dunia usaha meminta pemerintah dan Pertamina mengelola informasi secara hati-hati untuk mencegah “panic buying” yang memperparah kelangkaan.Dida menegaskan, koordinasi lntas sektor, sinergi antara Kementerian ESDM, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi BBM lancar sangat diperlukan.“KADIN selaku wadah dunia usaha, siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas pasokan BBM ke SPBU-SPBU,”katanya.Dia menegaskan, dunia usaha butuh kepastian agar roda ekonomi Sumut tetap berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya. (lis) Navigasi pos Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Perkuat Distribusi BBM di Sumut, Operasikan Fuel Terminal Medan Group 24 jam dan Perkuat Personel Awak Mobil Tangki Dukung Stabilitas Energi, KAI Divre I Sumut Angkut 175.906 Ton BBM Selama Semester I 2026