Medan, 25/7 (indonesiaaktual) – PT Agincourt Resources kembali menyalurkan beasiswa Martabe Prestasi ke 341 pelajar dan mahasiswa dari Tapanuli Selatan pada 2026. Di tengah proses pemulihan kegiatan Tambang Emas Martabe yang masih berlangsung, perusahaan itu mengalokasikan Rp5,29 miliar untuk memastikan dukungan terhadap pendidikan tetap berlanjut.“Dari 341 penerima beasiswa tahun ini, 88 orang merupakan penerima baru dan 253 orang penerima lanjutan. Sebanyak 37 siswa atau 42% dari total penerima baru berasal dari Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru,” ujar Kuasa Direksi PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut, Jumat (24/7/2026). Dia mengatakan pada 2026, beasiswa difokuskan hanya pada jenjang SMA dan perguruan tinggi.Beasiswa tingkat SD dan SMP ditiadakan sebagai bagian dari penyesuaian prioritas Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) selama masa pemulihan kegiatan perusahaan.“Komitmen kami terhadap pendidikan generasi muda Tapanuli Selatan tidak berubah. Kami menyesuaikan skala program agar tetap dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan mendahulukan kelompok yang paling membutuhkan dukungan, yakni siswa SMA yangbersiap masuk perguruan tinggi dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi,”ujar Rahmat saat acara Penghargaan Beasiswa Martabe Prestasi di Sopo Daganak, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Jumat (24/7/2026). Dia menjelaskan, sejak pertama kali diluncurkan pada 2017, Beasiswa Martabe Prestasi telah menjangkau 3.037 pelajar dan mahasiswa dengan total investasi pendidikan sebesar Rp24,11 miliar.Selama hampir satu dekade, program ini menjadi salah satu program beasiswa terluas yang dikelola perusahaan tambang di Sumatera Utara, menjangkau siswa dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.“Konsistensi pemberian beasiswa selama sembilan tahun mencerminkan bahwa pendidikan merupakan prioritas jangka panjang kami dalam membantu ribuan anak asal Tapanuli Selatan untuk selanjutnya berkontribusi ke daerah dan negara,” ujar Rahmat. Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Efrida Yanti Pakpahan, menegaskan bahwa Program PPM Agincourt Resources selama ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik di sektor pendikan maupun sektor lainnya.“Beasiswa ini sangat membantu anak-anak dari keluarga dengan kemampuan ekonomirendah agar punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya. Efrida berpesan kepada para siswa agar tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan memutus cita-cita.“Banyak jalan untuk meraihnya salah satunya melalui beasiswa,” ujar Efrida.Tahun ini, sebanyak 13 penerima Beasiswa Martabe Prestasi membuktikannya denganditerima di perguruan tinggi negeri unggulan di Pulau Jawa.Enam orang diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB), tiga orang di Universitas Gadjah Mada, dan masing-masing satu orangdi Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, serta Universitas Sebelas Maret.Salah satunya Sahrial Azhari Gultom, warga Desa Wek III, desa lingkar tambang, yangberhasil diterima di IPB. “Beasiswa ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Selain membantu biaya pendidikan,beasiswa ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus berprestasi dan mengembangkanpotensi yang saya miliki,” katanya.Dampak beasiswa itu, ujar dia, tidak hanya terasa saat kuliah, tetapi merentang jauh ke depan.Rona Melati Pakpahan, penerima beasiswa tahun 2017, kini bekerja di perusahaan logistik di Medan usai menamatkan studi S1 Ekonomi Islam di UIN Sumatera Utara Medan yangdidukung Beasiswa Martabe Prestasi.“Dengan latar pendidikan yang saya raih berkat beasiswa ini, saya akhirnya bisamendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion saya, mandiri secara finansial, danmembantu keluarga,”ujar Rona. (lis) Navigasi pos Tanoto Foundation Dorong Mahasiswa Menjadi Pemimpin Inovatif yang Berdampak Lewat Tanoto Scholars Gathering 2026