Medan, 25/7 (indonesiaaktual) – Tanoto Foundation mendorong mahasiswa menjadi pemimpin inovatif yang berdampak lewat Tanoto Scholars Gathering 2026.
“Di tengah perubahan kebutuhan industri dan tantangan  sosial yang semakin kompleks, generasi muda tidak lagi cukup hanya memiliki prestasi akademik. Dunia kerja kini juga menuntut kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis,  berkolaborasi, serta kemampuan menciptakan solusi atas berbagai tantangan yang terus  berkembang,”ujar Chief Operating Officer APRIL, Eduward Ginting di Riau Kamis (23/7).

Menurut dia, Labor Market Brief LPEM FEB UI yang dipublikasikan pada Mei 2026 dan diolah dari Sakernas  Agustus 2025 menunjukkan bahwa rata-rata lulusan di Indonesia memerlukan waktu 19,8 bulan  untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Studi tersebut juga menyoroti  bahwa proses transisi menuju dunia kerja dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, ekspektasi terhadap pekerjaan, serta belum optimalnya keterhubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesiapan kerja tidak lagi ditentukan semata oleh  kemampuan akademik.
Mahasiswa juga perlu mengembangkan karakter, kepemimpinan,  pengalaman kolaboratif, kemampuan belajar sepanjang hayat, serta keberanian untuk  menciptakan peluang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Nilai-nilai inilah yang menjadi  landasan program beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation,” katanya.

Dia menjelaskan, Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan, kesehatan dan  pengembangan kepemimpinan yang didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada  tahun 1981, mengembangkan TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin  Masa Depan), program beasiswa dan pengembangan kepemimpinan terstruktur yang  mendampingi mahasiswa sejak awal perkuliahan hingga lulus.
“Melalui dukungan finansial, pelatihan kepemimpinan yang terstruktur, jejaring nasional, serta berbagai pengalaman pembelajaran langsung, TELADAN bertujuan mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin yang adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, “ujarnya.

Salah satu rangkaian utama dalam perjalanan pembelajaran para penerima beasiswa TELADAN  adalah Tanoto Scholars Gathering (TSG), forum tahunan yang mempertemukan satu angkatan Tanoto Scholar dari sepuluh perguruan tinggi mitra.
TSG juga menjadi bagian dari transisi mereka 
dari fase Lead Self menuju Lead Others, saat para Scholar mulai mengembangkan kepemimpinan  yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan diri, tetapi juga pada kemampuan memimpin,  berkolaborasi, dan menciptakan dampak bagi orang lain.
Melalui forum itu, mereka saling belajar, 
membangun jejaring, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta menghubungkan 
pembelajaran di kelas dengan tantangan nyata di dunia profesional dan masyarakat.

Tahun ini, Tanoto Foundation kembali menyelenggarakan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 di Riau Kompleks, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Pangkalan Kerinci, Riau, pada 23–25  Juli 2026.
Mengusung tema “Learn & Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact”, TSG 2026 
mengajak 240 Tanoto Scholar memperkuat kepemimpinan yang berlandaskan tujuan (purpose),  sekaligus membangun kapasitas untuk menciptakan dampak yang lebih luas melalui kolaborasi,  inovasi, dan aksi nyata.
Saat membuka rangkaian acara,Eduward Ginting mengingatkan para peserta untuk terus kuat dalam nilai dan tujuan, agar mampu bertumbuh,  belajar, dan berkolaborasi.

“Kami mendukung kegiatan TSG 2026 agar Tanoto Scholar bisa  memiliki modal yang kuat, semangat belajar yang kuat, kepedulian terhadap masyarakat, dan  keberanian untuk menciptakan perubahan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menekankan agar Tanoto Scholar bahwa untuk menjadi pemimpin yang bermakna selalu berawal dari  tujuan yang jelas, diwujudkan melalui pilihan-pilihan sehari-hari, dan pada akhirnya  menghasilkan dampak bagi sesama.
“Purpose mengingatkan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan, meneguhkan ketika  harus mengambil keputusan sulit, dan tetap fokus ketika jalan di depan masih penuh  ketidakpastian,” ujar Eddy..

Tanoto Scholar, katanya, harus ingat, kepemimpinan yang bermakna tidak lahir secara instan. 
“Kepemimpinan dibangun dari pilihan-pilihan kecil yang kita lakukan secara konsisten: pilihan untuk mendengarkan, pilihan untuk belajar, dan pilihan untuk melakukan hal yang benar, bahkan  ketika pilihan itu tidak mudah,” ujar Eddy.
Dalam rangkaian TSG 2026, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph D yang menjadi salah satu pembicara, mengajak generasi muda untuk memiliki growth mindset  sebagai bekal menjadi pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan di masa depan. 
“Inovasi tidak selalu soal menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tapi bisa juga tentang  memunculkan nilai atau dampak yang baru pada sesuatu yang sebelumnya sudah ada. Bahkan, inovasi bisa lahir dari sebuah masalah. Maka, mulailah dari masalah nyata dan dekat dengan kalian untuk diperbaiki,” ujar Menteri Ketenagakerjaan.

Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan juga menyarankan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang inovatif untuk berdampak bagi bangsa dan negara.
“Indonesia butuh inovasi, dan mimpi  saya di 2045, Indonesia besar itu kalau kita menjadi innovation nation, dan spirit ini harus dimiliki seorang leader,”kata menteri.
Pembicara lainnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie,  Ph D, mengingatkan para peserta soal pentingnya terus berkembang di era AI, terutama sebagai calon pemimpin di masa depan.
“Saat ini, pengetahuan sudah berlimpah. Semua hal bisa dicari  tahu dengan AI. Itulah pentingnya untuk kita, sebagai manusia yang menerima pendidikan tinggi, untuk bisa melakukan 3 hal penting: menciptakan ilmu, menyalurkan ilmu, dan mengkurasi ilmu. 

Karena kalau kemampuan kita hanya terbatas pada mencari ilmu, kita bisa dengan mudah 
digantikan oleh AI,” ujar Wamen Diktisaintek. 
AI dapat menyajikan jutaan informasi dalam hitungan detik.
Namun, manusialah yang mampu  mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi kebijaksanaan.
“Itulah  kompetensi yang harus dibangun oleh pemimpin muda: kemampuan mengkurasi pengetahuan  untuk menghadirkan keputusan yang berdampak bagi masyarakat dan masa depan bangsa,” ujar Wamen Diktisaintek.

# Pembelajaran Langsung dari Praktik Keberlanjutan #

TSG mempertemukan Tanoto Scholars dari angkatan yang sama dari seluruh Indonesia untuk  saling belajar, berbagi, dan berjejaring. Selama tiga hari penyelenggaraan, TSG 2026  menghadirkan beragam kegiatan yang dirancang untuk membekali Tanoto Scholars bertransisi  dari fase Lead Self ke fase Lead Others, di antaranya: 

• Sesi kepemimpinan dan inspirational talks bersama pembicara dari unsur pemerintah, 
pendidikan tinggi, dan budaya;
• Industrial visit untuk memberikan pengalaman langsung di lapangan dan melihateterikatan antara dampak sosial dengan kemajuan industri.
Tanoto Scholar diajak untuk  melihat serta mempelajari secara langsung bagaimana sebuah bisnis berkelanjutan  dibangun melalui kunjungan ke unit bisnis dari grup RGE – yang juga didirikan oleh  Sukanto Tanoto, pendiri Tanoto Foundation;
• Outbound dan team building guna memperkuat kolaborasi dan kekompakan antarScholars;
• Masterclass “From Purpose to Measurable Impact”, yang mendorong Scholars  menerjemahkan tujuan pribadi menjadi dampak yang terukur 

Tidak hanya itu, Tanoto Scholar juga mendapatkan experiential leadership workshop seperti  outbound activities yang mengasah keterampilan kerja tim, pengambilan keputusan cepat, dan 
pemecahan masalah.
Semua ini bertujuan untuk membangun Tanoto Scholar menjadi pemimpin yang memiliki soft skills yang relevan dengan dunia kerja, berjiwa kepemimpinan, dan siap memberikan dampak  positif di berbagai bidang dan lingkungan tempat mereka berada.
Program Beasiswa TELADAN Kembali Dibuka
Bersamaan dengan penyelenggaraan TSG 2026, pendaftaran TELADAN Cohort 2027 juga telah dibuka.
Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli hingga 7 September 2026, bagi mahasiswa semester 
pertama dari 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation yaitu IPB University, Universitas 
Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas  Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman,  dan Universitas Riau

Calon peserta dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses
pendaftaran TELADAN melalui https://bit.ly/JadiTELADAN2027.

Selain beasiswa dan pelatihan kepemimpinan, penerima beasiswa TELADAN juga akan
memperoleh berbagai dukungan untuk meningkatkan kepemimpinan dan soft skills, termasuk:

– Dukungan finansial tambahan untuk mengikuti kompetisi, konferensi, dan sertifikasi, baik  di dalam maupun luar negeri. 

– Kesempatan mengikuti program pembelajaran jangka pendek, seperti summer course,  student exchange, volunteering, dan program lainnya di dalam dan luar negeri. 

– Kesempatan untuk magang di jaringan industri mitra Tanoto Foundation. 

– Peluang untuk mendapatkan dana riset dan melakukan penelitian kolaboratif.


Sejak 2006, Tanoto Foundation telah mendukung 8.803 penerima beasiswa. Melalui TELADAN,  para Scholar tidak hanya menjadi bagian dari komunitas penerima beasiswa, tetapi juga bagian  dari ekosistem pemimpin muda yang diharapkan dapat membawa perubahan di lingkungan  masing-masing.  (lis)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

☕ Traktir Kopi
×
Rp10.000
Rp15.000
Rp20.000
Rp50.000
Rp100.000
Nominal Lain

Silakan Scan QRIS

Terima kasih atas dukungan Anda ❤️