Medan, 16/7 (indonesiaaktual) – Sistem perbankan syariah dinilai sangat relevan dengan gaya hidup kekinian generasi Z (Gen Z) yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial (conscious living).Pandangan tersebut disampaikan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Sigit Pramono, dalam kuliah umum bertajuk “Capita Selecta: Perkembangan Perbankan Syariah” di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), di Medan, Rabu (15/7). Acara itu turut dihadiri Komisaris Independen BSI, Nizar Ahmad Saputra, dan Regional CEO BSI Region 2 Medan, Taufan AnshariDalam paparannya, Sigit mengajak mahasiswa melihat sisi perbankan syariah yang modern dan beretika.Menurut dia, seluruh operasional bank syariah berlandaskan pada Maqashid Syariah yang esensinya sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).“Sistem itu berupaya mencapai keseimbangan antara People, Profit, dan Planet. Oleh karena itu, aturan main perbankan syariah menetapkan batas tegas untuk tidak mendanai industri yang merugikan tatanan masyarakat, seperti pabrik minuman keras dan rokok,” ujar Sigit. Terkait posisi di kancah global, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia berdasarkan laporan Global Islamic Economic Indicator (GIEI) 2024/2025.Namun, Sigit menyoroti paradoks pangsa pasar perbankan syariah di tanah air yang masih tergolong kecil dibandingkan negara mayoritas Muslim lainnya, seperti Arab Saudi (63%) dan Malaysia (30%).Untuk mengejar ketertinggalan pangsa pasar, industri perbankan syariah harus membenahi tantangan literasi masyarakat, digitalisasi, hingga penguatan modal. Langkah ini sejalan dengan dukungan penuh pemerintah yang telah menjadikan pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu program prioritas dalam Visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.Sigit mendorong mahasiswa untuk tidak ragu beralih ke perbankan syariah.Dia menegaskan bahwa inovasi mobile banking dan ekosistem digital bank syariah saat ini mampu bersaing secara kompetitif dengan bank konvensional.Melalui literasi ini, Gen Z diharapkan dapat menjadi agen perubahan finansial yang mendorong roda perekonomian nasional secara adil, produktif, dan membawa keberkahan.(lis) Navigasi pos Fokus Perkuat Dana Murah dan Transformasi Sistem IT, BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun BNI Tegaskan Kedatangan Siswa Sakit Untuk Urus PIP Bukan Atas Arahan Petugas