Medan, 30/6 (indonesiaaktual) – Kadin Sumatera Utara (Sumut) – Kamar Dagang dan Industri Belarus Cabang Mogilev.menjalin kerja sama untuk memperkuat hubungan perdagangan, investasi, dan pengembangan sektor strategis antara Indonesia dan Republik Belarus.Ketua Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara di Medan, Selasa (30/6) mengatakan, Kadin Sumut menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut yang merupakan prakarsa Kadin Indonesia dalam memperluas jejaring ekonomi internasional.“Kami menyambut baik dan memberikan respons positif terhadap kerja sama yang telah terjalin ini atas prakarsa Kadin Indonesia,” ujarnya.Dia menyebutkan, perjanjian kerja sama itu berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan akan diperpanjang secara otomatis untuk periode berikutnya, kecuali salah satu pihak menyampaikan pemberitahuan penghentian sesuai ketentuan yang telah disepakati. Kadin Sumut berharap kolaborasi itu dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha di Sumut untuk menembus pasar internasional, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Belarus.Melalui kerja sama itu, katanya, kedua pihak sepakat memperluas hubungan ekonomi dan komersial dengan mendorong kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari teknologi digital, energi berkelanjutan, pertanian, pangan, hingga pengembangan industri hilir berbasis komoditas unggulan Sumut.Ada pun komoditas yang menjadi fokus kerja sama di antaranya industri hilir kelapa sawit beserta produk turunannya, karet, kopi, kakao, produk oleokimia, perikanan, produk kayu dan furnitur, biomassa, infrastruktur, mekanisasi pertanian, pupuk, serta sektor strategis lainnya yang disepakati bersama. Dida, panggilan akrab Firsal mengatakan, kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk membuka peluang pasar baru bagi produk-produk unggulan Sumut khususnya ke Belarus dan kawasan Eropa Timur. Kerja sama itu merupakan upaya Kadin Sumut untuk memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan daerah sekaligus menarik investasi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk-produk Sumut.“Kami ingin pelaku usaha di Sumut memiliki akses yang lebih luas ke pasar internasional, termasuk Belarus dan kawasan Eropa Timur,” katanya.Selain memperkuat perdagangan, kedua organisasi itu juga menyepakati akan menggelar berbagai kegiatan seperti misi dagang, pertemuan bisnis, pameran dagang, seminar, hingga konferensi guna mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara.Perjanjian tersebut juga membuka peluang pembentukan Business Hub atau pusat promosi produk strategis yang berfungsi sebagai sarana promosi perdagangan, perluasan akses pasar, serta pengembangan jejaring bisnis secara fisik maupun digital.Di sektor pertanian, kerja sama akan difokuskan pada program transfer teknologi, termasuk mekanisasi pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), kendaraan kargo, teknologi pengolahan hasil pertanian, hingga pengadaan pupuk guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan. “Posisi Sumut yang strategis akan dimanfaatkan sebagai pintu masuk pelaku usaha Belarus untuk menjangkau pasar ASEAN maupun kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).Sumut memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang perdagangan di kawasan barat Indonesia.OlehbKarena itu, katanya, keduanya ingin kerja sama itu tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha di Sumut, tetapi juga menjadi jembatan bagi investor dan pelaku usaha Belarus untuk mengembangkan bisnisnya di kawasan ASEAN.Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan membentuk Joint Working Group (JWG) yang bertugas menyusun rencana aksi, memantau pelaksanaan kerja sama, serta melakukan evaluasi secara berkala.Selain itu, rapat tinjauan tahunan juga akan dilaksanakan untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan sesuai target. (lis) Navigasi pos BNI Pematangsiantar Sumut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa, ,Warung Kelontong Kasmayana Sukses Hingga Jadi Agen46 AEKI Sumut Berharap Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Jalan di Kawasan Produsen Kopi