Medan, 17/6 (indonesiaaktual) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan mengusulkan konsep produk dan layanan halal dapat diintegrasikan ke dalam blueprint IMT-GT sehingga dapat menjadi agenda strategis lintas negara dan lintas sektor.
“Ini akan dibicarakan saat pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan setelah Sumatera Utara (Sumut) menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan,” ujar Kabag Kerjasama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ahmad Yamin di Medan, Rabu (17/6).
Dia mengatakan itu dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di lobby Dekranasda, kantor Gubernur Sumut.

Dia menegaskaskan, pertemuan tingkat menteri
IMT-GT ke-32 menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama ekonomi kawasan.
“Dalam pertemuan yang akan digelar di Medan, September 2026, Pemprov Sumut mengusulkan agar konsep produk dan layanan halal dapat diintegrasikan ke dalam blueprint IMT-GT sehingga dapat menjadi agenda strategis lintas negara dan lintas sektor, ” katanya.
Menurut dia, gagasan itu sejalan dengan komitmen Sumatera Utara untuk memperluas manfaat kerja sama IMT-GT melalui pembangunan ekosistem ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada nilai tambah,” ujar Ahmad Yamin.
Yamin mengatakan, dalam rapat koordinasi awal antara10 provinsi di Sumatera untuk menentukan kesepakatan kerjasama dalam pertemuan IMT-GT sebelumnya, telah dibahas kolaborasi dan sinergi untuk memetakan potensi masing-masing provinsi yang dapat diimplementasikan dalam program IMT-GT.

Terdapat delapan konsep kerjasama yang akan diusulkan untuk masuk ke dalam blueprint IMT-GT.
Mulai pertanian dan agribisnis, pariwisata, produk dan layanan halal, infrastruktur dan transportasi, perdagangan dan investasi, lingkungan, sumber daya manusia dan budaya serta transformasi digital.
“Pemprov Sumut akan mengusulkan ide dan gagasan untuk tiga konsep utamanya yakni pertanian, pariwisata serta produk dan layanan halal sedangkan lima konsep kerjasama lainnya nanti sebagai penyangga,” katanya. Seperti pertanian, komoditi kopi asal Sumut, tapi selama ini ibarat lembu punya susu, sapi dapat nama. “Kopinya punya Sumut tapi negara lain membrandingnya menjadi produk mereka,”ujar Yamin.
Selain mendorong produk dan layanan halal, Sumut juga menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata halal agar semakin mampu menarik minat pasar regional dan global. Sumatera Utara juga akan mengusulkan agar program edukasi dan penguatan kapasitas SDM terkait produk dan layanan halal dapat dilakukan di Sumut, melalui pelatihan, pembinaan, pendampingan standar, serta kolaborasi kelembagaan.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan dan produk, tetapi juga memperbesar peluang investasi serta memperkuat jaringan pemasaran halal antarwilayah,” katanya
Apalagi kalau pelatihan standarisasi produk dan layanan halal dapat dilakukan di Danau Toba tentu akan sangat bermanfaat sekali bagi pariwisata kita dan generasi Sumut ke depan,”ujar Yamin.
Melalui penguatan konsep tersebut, IMT-GT diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi Sumatera Utara, khususnya dalam meningkatkan daya saing produk halal melalui standarisasi dan penguatan rantai nilai.

Mengoptimalkan potensi pariwisata halal dengan pengembangan ekosistem layanan yang ramah wisatawan. Mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui program edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan di Sumut. Serta memperluas manfaat kerja sama kawasan agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di Sumut.
Pemprov sangat berharap konsep produk dan layanan halal dapat menjadi bagian dari arah kebijakan IMT-GT ke depan yang lebih terukur dan menghasilkan manfaat besar bagi seluruh wilayah di kawasan .(lis)

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *